curhan hatiku,,

0

kenapa sih jalan hidupku kian rumit,,

kenapa setiapkisah cinta ku slalu berujung dengan perselisihan,,

oh tuhan,,

berikan aku sahabat terbaik,, yang mampu menemaniku dikala ku sedang sedih dan merana karna cinta,,

mengapa disetiap aku sayang pada seseorang, tapi org yang ku sayang malah cuek malah terdiam sunyi tanpa sepatah katapun,,

sedihh,,

tapi mengapa pula disaat aku tidak menyayangi orang itu justru dialah yang menyayangiku dengan sepenuh hatinya,, bahkan melebihi rasa sayangnya pada dirinya sendiri,,

Pasangan Hidup Yang Diberikan Tuhan

0

Pasangan Hidup
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Gambar

Pembahasan yang selama ini paling menarik dan tidak pernah habis ditelan zaman adalah pembahasan mengenai Love,Sex and Dating. Pembahasan seputar bagaimana pasangan hidup. Bagaimana yah seorang pasangan hidup yang sepadan itu ?? bagaimana mengetahui kalo dia pasangan hidup yang diberikan Tuhan ? Bagaimana kalo nggak seiman , tapi dia tetap cinta, apakah diperbolehkan ? dsb……

Aku pernah mendengarkan khotbah di gereja yang intinya tentang bagaimana pasangan yang sepadan dan selevel itu ? Dari khotbahnya, ada yang sangat menggelitik juga dan kadang dipikir-pikir, mungkin kita cenderung juga demikian 🙂

Ceritanya : Ada seorang pemuda yang mempunyai 10 kriteria dalam mendapatkan seorang pemudi sebagai pasangan hidupnya yaitu :

1. Seiman ===> alasannya : sesuai dengan Firman Tuhan, dikatakan carilah pasangan hidup yang seiman. Janganlah terang bersatu dengan gelap.

2. Cantik ====> alasannya : orang Kristen kalo sudah maried tidak diperbolehkan untuk bercerai. Jadi selama belum menjadi istri, carilah yang secantik mungkin .Kagak mungkin , tiba-tiba kalo g bangun … eh, melihat istri yang tidak cantik disebelah g.

3. Suara yang bagus/tidak valas ====> alasannya :dia udah terbiasa menarik nafas yang panjang, jadi kalo melahirkan tidak akan terlalu merasa sakit . Soalnya, kasihan kalo saya harus melihat orang yang teriak kesakitan saat melahirkan, apalagi dia istri saya.

4. Bisa main piano=== > alasannya : kalo seandainya g meninggal, istri bisa mencari uang dengan menjadi pengajar piano , kagak usah kerja kantoran.. Entar selingkuh dengan cowok di kantornya.Kemungkinan selingkuh lebih besar di perkantoran.

5. Tinggi ===> alasannya : perbaikan keturunan, karena dalam keluarga,saya termasuk orang yang paling pendek, jadi harus cari pasangan hidup yagn tinggi , biar anaknya agak tinggi sedikit.

6. Pintar === > alasannya : biar anaknya entar juga pintar, kan ada ibu yang ngajarin…..

7.Ekonomi yang selevel ===> alasannya : biar gaya kehidupan juga telah sama antara suami dan istri.

8. Pendidikan yang selevel ==== : alasannya : biar nyambung waktu ngobrol

9. Tidak berkacamata == > alasannya : dia telah berkacamata, jadi istrinya tidak boleh yang berkacamata, takut nanti anaknya semua berkacamata, karena kemungkinan seperti itu lebih besar.

10.Guru Sekolah minggu === > alasannya: biaya baby sister sekarang mahal, kalo guru sekolah minggu udah terbiasa menjaga/ mengajar anak-anak. Jadi pasti sudah ahli deh…

Tidak berapa lama, pemuda itu pun menikah dan menemukan pasangan hidupnya.Semua teman berbondong penasaran, pengen banget melihat bagaimana seorang pemudi yang akhirnya masuk 10 kriteria tersebut. Temannya memberanikan diri untuk bertanya : berapa kriteria yang dipenuhi oleh pemudi itu yang akhirnya menjadi istrinya sekarang?

Jawab pemuda itu , cuma 3 kriteria yaitu : guru sekolah minggu, pintar dan seiman. Yang lain tidak memenuhi sama sekali. Untuk suara yang boleh lah, bagus-bagus banget nggak, tapi kagak valas aja….

Habis mendengar khotbah itu, saya cuma berpikir, ternyata banyak sekali mungkin diantara anak-anak Tuhan juga masih mencari pasangan hidup dengan cara seperti demikian. Emang seh, semua selalu mengharapkan yang terbaik dan menginginkan segala sesuatu yang perfect (sempurna ) , tapi apakah emang ada yang sempurna di dalam dunia ini ?? Kalo emang seperti demikian, mungkin selamanya, semua orang tidak akan pernah menemukan pasangan hidup kali yah…

Alasannya : pemudi/ pemudanya belum lahir kali ato mungkin tidak akan pernah lahir. dan yang kedua : kalo pun mungkin ada, dia tidak mau dengan pemuda/ pemudi yang punya kriteria sebanyak itu.. he..he….

http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Pergumulan pasangan hidup…….

Kata-kata itu tidak asing lagi di telinga setiap anak Tuhan.

Sebagai seorang Kristen, sering sekali kita mendengar satu pernyataan :

” Untuk mendapatkan seorang pasangan hidup yang sesuai dengan Kehendak Tuhan,sebaiknya kita bergumul.”

Satu buah pernyataan, pasti akan menimbulkan pro kontra walaupun di dalam kekristenan sendiri.

**Ada yang tidak terlalu setuju dengan pernyataan itu, yah ngapain seh harus sampai bergumul buat begituan.Kan kita punya hati , kalo hati suka,yah jalani,kalo nggak yah wes. Ngapain pusing-pusing.

**Ada yang sampai melakukan doa puasa atau meminta tanda dari Tuhan, yang katanya biar lebih peka mendengar suara Tuhan biar lebih pasti.” OH,… inilah pasangan hidup g ”

**Ada pula yang berpendapat ” Rasanya tidak perlulah sampe doa puasa begitu, kayaknya gimana banget.. jalani aja.. Kalo cocok, yah jadian,Kalo ngak,yah dilupakan aja “.

Tapi sebagai anak Tuhan, saya pikir, hal pasangan hidup merupakan hal yang penting dalam hidup manusia selain masalah pekerjaan dan juga masalah pendidikan. Seperti layaknya kita dulu waktu sekolah, pertanyaan yang biasa sering diajukan adalah 4W dan 1 H. ( WHO, WHAT,WHY,WHERE,HOW )

WHO – Siapakah yang perlu kita gumulkan sebagai pasangan hidup?

Semua pasti setuju, yang kita gumulkan adalah orang yang tentu saja kita suka,sayang dan katakanlah cocok ato nyambung. Setidaknya ada ” feel ” deh. Nah gimana kalo seandainya orang yang di ” feel” itu tidaklah seiman dengan kita ?? apakah patut kita gumulkan ??

Firman Tuhan mengatakan (2Korintus 6:14) ” Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

“Wah, kalo begitu jawabannya… orang yang kita gumulkan adalah yang seiman donk.

Tapi ada sebagian lagi yang menjawab…

Firman Tuhan mengatakan ( Lukas 15 : 7 ): “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

Nggak ada salahnya donk saya gumulkan orang yang nggak seiman.. kan bisa aja dia percaya sebelum maried dengan saya. Saya bisa membawa satu jiwa baru bagi Tuhan :p.

Firman Tuhan mengatakan ( Mat 5: 13 )

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Tuhan, kalo seandainya aku neh jadian dengan orang yang nggak seiman,kan aku bisa tuh jadi garam dunia..Aku bisa mengajak dia ke gereja, bisa mengajar dia Firman Tuhan dan katakanlah ” fungsi garam-ku ” tidak akan menjadi tawar ..he..he..

(ato mungkin ada ayat-ayat lain yang suka dipake yah,saya juga kurang tahu)

Ato mungkin pernyataan lain yang sering saya dengar :
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

1.Tidak menjamin sama sekali kok, orang yang maried dengan orang Kristen , banyak yang akhirnya bercerai ato tidak bahagia hidupnya dan sebaliknya orang yang nggak seiman malah bahagia, asal ada toleransi aja.

2. Gimana yah,habis selama ini yang saya naksir adalah orang yang nggak seiman.

3. Gimana yah,habis yang naksir sama saya juga orang yang nggak seiman.

Sering sekali ,kita bernegosiasi dengan Tuhan dan kadangkala membenarkan apa yang ingin kita lakukan dengan menggunakan Firman Tuhan. Jadi, Hal prinsip apa yang perlu menjadi bahan pertimbangan kita “

Siapa yang harus saya gumulkan sebagai pasangan hidup?
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

1. Gumulkanlah seorang anak Tuhan . yang seiman dengan kita.

2. Gumulkanlah seorang yang emang cocok dengan kita ( ada istilah ” Cintailah orang yang cocok dengan kita ” )

3. Gumulkanlah seorang yang boleh menjadi teman bicara kita / sahabat kita ( Jangan sampai nanti kita malah lebih suka bercerita kepada orang lain dibanding pasangan kita sendiri :p)

Terus… Saya kira, jangan sekali-sekali kita menggunakan “tanda” dalam melihat apakah itu adalah pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak.Takut aja..entar yang lebih berperan dalam hal ini adalah ” perasaan” kita bukan “rasio” lagi.

8 Tips Mencari Pasangan

0

Gambar

 

Manusia di ciptakan untuk bisa saling mencintai antara satu dengan yang lain. buat anda yang ingin mencari pasangan hidup, Tips Untuk Mencari Pasangan Hidup ini mungkin akan membantu anda ntuk dapat menemukan calon pasangan hidup untuk anda. setiap insan di dunia ini masing-masing memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda, serta memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Namun pada saat kita akan Mencari Pasangan Hidup, tentu harapan kita dapat menemukan pasangan hidup yang serasi buat kita dan menjadi Informasi Terbaru. buat anda yang akan memiliki niat untuk mencari pasangan hidup.

Nah berikut dibawah ini telah kami rangkum buat anda beberapa Tips Untuk Mencari Pasangan Hidup buat anda.

1. Seiman
Kepercayaan dan agama yang dianut seseorang merupakan prinsip hidup yang sudah mendarah daging sejak kecil. Nilai-nilai yang tertanam sejak kecil akan sangat sulit jika diubah di saat ia dewasa. Karena itu, mencari pasangan hidup haruslah yang seiman agar penyesuaian prinsip menjadi lebih mudah dan tidak bertolak belakang.

2. Gaya hidup
bukan masalah memiliki gaya hidup atau hobby yang sama, tapi saling mengerti dan menerima gaya hidup masing-masing. Ada orang yang hobby jalan-jalan dan piknik, ada juga yang lebih senang dirumah, ada yang senang berpakaian mewah mentereng, ada juga yang lebih suka berpakaian sederhana dan praktis. hal-hal yang nampak sepele, yang sy sebutkan itu saya sering melihat menjadi pemicu pertengkaran dalam sebuah hubungan, bahkan sampai perceraian.

3. Carilah di Tempat yang Tepat
Mencari pasangan hidup yang tepat haruslah di tempat yang tepat. Kita bisa membayangkan sendiri bukan, pasangan seperti apa yang akan kita dapatkan jika kita mencarinya di tempat hiburan malam misalnya, atau di tempat karaoke dan di tempat-tempat yang penuh hura-hura.

Bandingkan sekarang jika kita mendapatkan pasangan hidup di tempat yang berbeda seperti perkumpulan sosial, perkumpulan keagamaan, pertemuan-pertemuan bisnis atau di seminar-seminar. Pasangan yang seperti apakah yang akan kita dapatkan?

4. Kualitas Karakter yang Baik
Pasangan hidup yang baik juga bisa dipilih dengan memperhatikan kualitas karakter yang dimilikinya semasa masa penjajakan. Misalnya saja apakah dia seseorang yang temperamental, bagaimana penguasaan dirinya, bagaimana tanggung jawabnya terhadap suatu hal, apakah dia seorang yang sabar atau suka tergesa-gesa?

Cobalah terus perhatikan karakter-karakter yang dimiliki oleh pasangan kita dan sesuaikanlah dengan karakter yang kita miliki, Jika kita merasa sudah klop dengan karakternya, berarti dialah yang cocok menjadi pasangan hidup kita.

5.Terus Menerus Memperbaiki Diri
Intinya, bila kita menginginkan pasangan hidup yang baik yang sesuai dengan keinginan kita, maka hal penting dan sederhana yang harus kita lakukan adalah berkaca dan berkaca serta terus-menerus memperbaiki diri sendiri. Tak ada artinya kita menuntut orang lain berbuat sesuatu, bila kita sendiri juga tidak berbuat. Hal tersebut akan sia-sia.

6. Tanyakanlah pada Hati
Hati yang terdalam tidak akan pernah salah dalam menilai. Cinta buta memang kadang dapat menutup mata hati sehingga kita tidak dapat melihat kenyataan yang ada. Untuk itu, sering-seringlah bertanya pada hati dan nilailah secara logika akan baik buruknya pilihan kita.

7. Minta Saran dari Orang tua
Pengalaman orang tua akan memberikan masukan yang baik untuk kita pertimbangkan.

8. Berdoalah dan Mintalah Petunjuk Tuhan
Tuhan akan mendekatkan jika orang itu memang yang terbaik untuk kita. Dan mintalah kepada Tuhan untuk dijauhkan jika orang tersebut bukan orang yang tepat untuk menjadi pasangan kita. Tuhan akan menunjukkan jawaban dengan caranya sendiri mana yang terbaik untuk menjadi pasangan hidup kita.

Itulah beberapa Tips Untuk Mencari Pasangan Hidup yang dapat kami berikan, semoga dapat bermanfaat untuk anda.
Baca lebih lanjut

Merenung sedikit yukkk

0

Anak bersekolah, dimana peran Orangtua?

Oleh : Abu Sitti Sholihat

            Genderang belajar telah ditabuh. Anak anak usia sekolah dengan seragam baju putihnya menghiasi jalan jalan di perkotaan dan pedesaan. Mereka tampak ceria menatap hari baru mereka yang menyaput liburan panjang. Dari sekian banyak siswa tersebut sebagian adalah siswa baru dengan ciri  seragamnya yang masih cerah, putih dan bersih. Mereka ini adalah sekelompok manusia menjelang dewasa yang masih terbentang segala kemungkinan masa depannya apakah akan menjadi manusia yang sukses, yang dewasa sepenuhnya kelak, yang setengah setengah, atau akan menjadi problem sosial.

            Untuk melihat gambaran hasil belajar anak kita yang sedang atau akan bersekolah sekaligus memprediksi menjadi apa kelak, kita tidak menunggu terlalu lama. Sekolah yang anak kita pilih telah memberikan gambaran tersebut. Ketika anak kita belajar pada sekolah dengan manajemen baik, kedisiplinan dan ketertiban sangat terjaga, maka sangat mungkin anak kita akan menjadi seperti sosok sekolahnya. Sebaliknya bila anak kita belajar pada sekolah yang serba tidak tertib,namun mereka nyaman di dalamnya,maka akan seperti itulah kira kira anak kita. Mereka juga akan menjadi sosok sosok pribadi sesuai visi sekolah ditempat dia belajar. Mereka akan menjadi pribadi dengan pola pikir pragmatis, instant duniawi , religius, atau cekatan dan ulet tergantung visi sekolah yang mereka pilih. Sekalipun prediksi tersebut tidak mutlak, namun kemungkinannya sangat besar.

            Melepas anak menuju dunia sekolah bukan berarti mengistirahatkan peran dan tanggungjawab orang tua dalam mendidik anaknya. Masih cukup banyak peran dan tanggungjawab orangtua atas anaknya yang bersekolah yang harus diemban. Tidak peduli apakah anak kita bersekolah di sekolah umum, sekolah full day atau bahkan pesantren. Sebab pada umumnya sekolah akan merasa berkeberatan bila dituntut untuk dapat mengkover segala tuntutan pendidikan walaupun pihak manajemen telah menjanjikan hal tersebut . Bagaimanapun juga sekolah akan meninggalkan lobang lobang peran yang tidak tuntas dilaksanakan. Lobang lobang peran itulah yang seharusnya diisi oleh orang tua, untuk menuntaskan tanggungjawab yang disematkan oleh Alloh swt kepadanya. Kita perlu ingat. Orang tualah pembawa amanat pengasuhan setiap anak yang akan dituntut oleh Alloh kelak di hari akhir.

Tujuan mensekolahkan anak adalah agar mereka mampu hidup dengan benar dan baik, mampu mengemban amanah Alloh dan menggali  hikmah seluas luasnya. Anak kita bukan sekedar kita bekali atau kita pacu untuk meraih ilmu. Anak kita harus kita pacu untuk berproses menjadi pribadi yang mampu menebarkan rohmat di tengah keluarga, masyarakat dan alam sekitarnya. Itulah parameter keberhasilan pendidikan yang telah digariskan oleh Alloh swt dalam Al Qur’an . Kita dapat menggali konsep itu pada surat Lukman:11-19 dalam bentuk kisah Lukman Al Hakim yang memberi nasehat kepada anaknya. Parameter keberhasilan pendidikan yang seharusnya dipegang teguh oleh setiap orang tua dalam mendidik anaknya adalah:

1.         Tauhid

            “…janganlah kalian mensekutukan Alloh…” Artinya bahwa anak anak kita harus benar benar mentauhidkan Alloh swt. Mereka harus mengenal dan memahami siapa Pencipta manusia,alam semesta dan seisinya, siapa yang menjamin dan memelihara kehidupan, siapa yang harus ditaati,diagungkan dan disandari.Indikator indicator diatas ditunjukkan dalam sikap keseharian berupa akhlak dan ibadahnya.

2.         Birrul Walidain

            Tuntuitan untuk berbakti kepada Orang Tua bukanlah kepentingan subyektif kita sebagai orangtua,tapi kepribadian yang secara obyektif diidamkan oleh semua orang. Siapapun orangnya,baik tua,muda atau anak anak akan sangat terpuji bila berbakti pada orangtuanya,menunjukkan ketaatan dan penghormatan yang tulus. Sikap sebaliknya akan menghadirkan malapetaka yang besar, baik didunia maupun diakherat. Aspek ini sedemikian pentingnya, sampai bila orangtua kita kafir atau musyrikpun kita tetap harus menghormati dan menggauli dengan baik. Perkecualiannya bila dia menyuruh kita mensekutukan Alloh swt dan mengajak pada kekafiran.

3.         Ketrampilan hidup

            Indikator utama bahwa anak kita siap untuk hidup  adalah suka bekerja. Dengan suka bekerja anak menjadi kuat,cerdas dan ulet. Banyak sekali ilmu dan hikmah diraih seseorang setelah bekerja. Sebaliknya sangat banyak kesempatan dan kebaikan lenyap karena kemalasan. Oleh karena itu setiap saat kita harus selalu mengamati etos kerja anak kita yang sekolah dimanapun, termasuk  di Pesantren. Ada baiknya kita menyerahkan beberapa pekerjaan rumah kepada sang anak sekalipun kita punya pembantu.

4.         Kekuatan jiwa

            Jiwa yang kuat adalah jiwa yang tahan uji. Baik ujian dalam bentuk kesusahan, kesulitan kerja atau bahkan ujian berupa pengendalian diri ketika senang. Aspek ini akan teraih melalui proses pembimbingan dan pengasuhan yang tidak instan. Butuh waktu lama dan kesabaran ekstra, baik dari anak maupun orang tua. Kunci utama dari keberhasilan ini adalah menegakkan sholat. Tidak disangsikan,bahwa sholat adalah sumber kekuatan (QS AL Baqoroh:45). Tegaknya sholat pada anak kita yang menyongsong kedewasaan  adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar tawar. Apabila seseorang sudah mengabaikan sholat,maka urusan urusan penting lainnya pasti akan terabaikan. Sebaliknya bila tegak sholatnya,maka perbuatan keji dan munkar akan terhindar dan dia akan mudah peduli pada pekerjaan. Dengan sholat keberanian untuk beramar ma’ruf nahi munkar pun akan meningkat.

5.         Tumbuhnya jiwa sosial

            Anak kita adalah miniatur orang dewasa. Kelak mereka akan berinteraksi secara luas dengan masyarakat sekitarnya. Anak anak kita harus mampu menjunjung tinggi  nilai nilai sosial dengan sebisa mungkin mengatasi egonya. Sikap hormat ,menghargai dan santun pada orang lain harus terlatih sejak usia muda. Keberhasilan dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya akan menambah ketentraman, ketenangan dan pruduktifitas kerja.

Muara dari seluruh pencapaian kelima kompetensi diatas adalah terwujudnya pribadi yang bersyukur dan sabar. Mensukuri segala potensi yang dikaruniakan oleh Alloh kepada hamba-Nya , dan bersabar atas segala takdir-Nya yang dihidangkan dalam kehidupan. Syukur akan membawa sikap progresif untuk terus maju dan sabar menjadi bekal untuk menghadapi tantangan hidup.

Untuk dapat mengukur pencapaian hasil tarbiyah pada anak anak kita secara lebih akurat,sebagai orang tua kita perlu bersinergi secara lebih kuat dengan pemangku amanah sekolahnya. Kita perlu mencermati perkembangan anak didik kita secara intensif. Bila anak kita adalah santri sebuah pesantren,pada saat liburan kita perlu amati bagaimana ibadahnya, bagaimana etos kerja dan perkembangan akhlak dan ilmunya.. Pada masa masa sekolahpun mereka perlu kita pantau baik secara langsung dengan sesekali kita tengok di lingkungan sekolahnya atau dengan melakukan komunikasi intensif dengan pengasuh pengasuhnya. Sikap kritis ini bukan menunjukkan bahwa kita kurang percaya pada lembaga pendidikan tempat anak menimba ilmu,tetapi semata mata sebagai wujud kepedulian bersama atas porsi porsi tanggungjawab yang telah kita sepakati.